
Sinopsis Film “person and Paradise (penjara dan Nirwana) bom bali 2002 telah mengubah wajah indonesia secara signifikan, menyisikan perdebatan panjang tentang jihad, gerakan islam, terorisme dan kemanusiaan. Dua keluarga dengan latar belakang Agama Islam yang sama, yang satu adalah keluarga pelaku dan yang kedua adalah keluarga korban. Apakah mereka meiliki pandangan jihad yang sama?
Pada kenyataan nya aksi Bom bunuh diri di indonesia melahirkan anak-anak yatim baru baik yatim dalam arti sesungguhnya maupun atim secara sosial.
Tujun pemutaran filem ini adalah
untuk memberikan ruang dialog publikbagi terciptanya narasi-narasi dan diskursus baru sebagai salah satu upaya pencegahan aksi-aksi kekerasan.
adanya narasi dan inisiatif baru dalam masyarakat melalui komunitas-komunitas lokal yang dapat di gunakan untuk terciptanya perdamaian dan penyelesaian kasus-kasuskekerasan di indonesia.
film ini di putar di Kota Mataram dan Kabupaten Dompu, dikota mataram diselenggarakan pada tanggal 14 Oktober 2011 bekerjasama YPP, LenSA NTB dan LPM Ro,yuna IAIN Mataram, sementara di Dompu diputar diaula kampus STAI Al-Amin yang di gelar oleh LenSA NTB,YPP dan Bem STAI AL Amin, pada dua lokasi pemutaran yang dihadiri langsung oleh sutradara Film Mas Rudi dan di hadiri oleh sekitar seratus peserta yang terdiri dari, Unsur OKP/Organisasi mahasiswa, LSM, Mahasiswa, dll.
film ini juga telah memenangkan penghargaan sebagai film panjang documenter terbaik di festival felm Documenter Jogjakarta 2010. film ini telah di putar pertama kali di tingkat internasional (world primer) di dubai internasional film festival, telah juga di putar di cinema digital seoul film festival, fibgyor film festival india, yamagata film festival jepang, dan akan di putar di asiaticafilmediale Roma Italia,RIDM Montreal Canada, Asia Pasific Screen Award Goldcoast Australia, dan GOA Film Festifal India.
Pemutaran Film Dokumenter "prison and Paradise" ini dibarengi juga bedah Film bersama Sutradara (Daniel Rudhi), Direktur LenSA NTB (Akhdiansyah) dan akademisi/tokoh agama untuk dikota mataram oleh Amir Azis, M.AG adapaun di Dompu bersama Ustad Syarifuddin, SQ, pemutaran film yang berdurasi 90 menit tersebut, baik kota Mataram maupun di kabupaten Dompu mendapat Respon positif dari kalangan masyarakat, sebagaimana ungkapan salah seorang peserta nonton bareng tersebut, "saya kira dengan adanya pemutaran dan bedah diskusi isi film, ini saya emndapat perspektif yang beragam akan konklusi dan sikap para pelaku BOM Bali II tersebut" ungkapnya dengan mimik serius.
pemutaran film dimasing masing lokasi mendapat antusias yang baik dari kalangan peserta dan masyrakat umum, ini ditandai berbondong bondongnya peserta pada acara tersebut, hampir di semua tempat kot amataram maupun dompu, pemutaran ini melebihi target peserta yang hanya 100 orang,, akan tetapi pada kenyataanya peserta yang hadir melebihi 100 di tiap tiap tempatnya.














0 komentar:
Poskan Komentar